Katapublik Labuhanbatu, Media Satuan Reserse Narkoba (MSN Polres Labuhanbatu), menunjukkan kepedulian sosial dengan membantu seorang nenek yang sedang sakit untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hartati Rantauprapat.
Kepedulian sosial itu contoh tauladan sosok Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto atau dikenal nama Didot. Pembina Media Satres Narkoba tersebut dikenal kedermawanannya kerap berbagi tanpa merasa rugi. Sosok AKP Hardiyanto adalah pemimpin yang layak dipertahankan.
Keprihatinan Tim MSN, terhadap seorang nenek bernama Siti Khadijah berusia (55) tinggal di rumah kontrakannya di Jalan Ahmad Ridho saat ini sedang menderita sakit. Ia tinggal bersama cucu laki-lakinya yang duduk di kelas 2 Sekolah Dasar.
Demi menyambung hidup dan biaya sekolah cucunya, kesehariannya, nek Siti Khadijah bekerja sebagai pencuci pakaian atau cuci gosok di dua rumah tetangga kontrakannya. Upah diterima pun tak sebanding dengan apa yang telah dikerjakannya.
Dalam satu bulannya, nek Siti Khadijah hanya mendapat upah berkisar 300 ribu dari satu rumah yang menggunakan jasanya. Sementara itu, ia harus membiayai cucunya untuk bersekolah dan keperluan seharinya. Apalagi, biaya kontrakan yang harus dibayarkan sebesar 350 ribu setiap bulannya.
Kondisinya yang memprihatinkan terhitung satu minggu tanpa adanya penanganan dan pengobatan sehingga tak kunjung pulih. Ditengah kondisi itu bahkan ia harus memikirkan biaya rumah kontrakan yang bulan juga belum terbayarkan.
Ketua MSN Rio Tan didampingi rekan timnya Syarif Hasibuan akhirnya telah membawa nenek tersebut ke Rumah Sakit Hartati di Jalan Siringo-ringo, Labuhanbatu agar mendapat penanganan medis.
“Kita bayangkan aja itu ibu kita bagaimana sedihnya. Nenek itu hanya tinggal dengan cucu laki-lakinya kelas 2 SD” kata Rio Tan pada wartawan di RS Hartati pada Rabu (09/09/2026) .
Ketua MSN Labuhanbatu dan timnya juga bersedia akan menanggung seluruh biaya perobatan jika ada, demi kesembuhan nek Siti. MSN kedepannya akan memperhatikan cucu laki-laki nek Siti agar tetap bersekolah dan membayar kontrakan yang sudah menunggak.
“Kita selalu ikhlas banyak bersyukur. Sedikit dari rezeki kita itu adalah milik mereka. InsyaAllah berencana akan kita bayarkan uang kontrakannya yang telat pembayaran” tutupnya.





