Katapublik Labura, SDN 116262 Kampung Gerojokan, Desa Pulo Jantan, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kembali disorot. Kali ini muncul dugaan rombongan belajar (Rombel) fiktif yang berpotensi berdampak pada pembengkakan data tenaga pendidik dan penggunaan anggaran negara.
Sekolah yang secara fisik disebut hanya memiliki 6 ruang kelas, tercatat memiliki 7 rombel dan 7 guru kelas.
Data tenaga pendidik juga mencapai 14 orang. Namun, absensi harian disebut hanya mencatat 12 guru aktif, sementara absensi bulanan mencantumkan 14 orang Guru.
Perbedaan tersebut memunculkan dugaan adanya data tenaga pendidik yang tidak sesuai kondisi riil. Informasi internal bahkan menyebut dua nama yang tercatat tidak dikenal sebagai guru yang aktif di sekolah.
Dugaan lain menyebut rombel tambahan diduga berkaitan dengan upaya mempertahankan status dan tunjangan sertifikasi seorang guru. Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi melalui Dapodik, SK pembagian tugas, absensi, data rombel, serta dokumen pencairan tunjangan.
Ironisnya, upaya konfirmasi kepada Kepala SDN 116262, Suryati, disebut belum mendapat jawaban. Ia juga dikabarkan tidak berada di sekolah saat hendak dikonfirmasi dan kontak WhatsApp wartawan diduga diblokir.
Sebelumnya, sekolah yang sama juga disorot terkait dugaan pungutan uang ijazah dan blanko ijazah.
Ketua DPW Forum Komunikasi Peduli Pelayanan Nasional (FKP2N) Sumatera Utara), Tono Tambunan, S.E. alias Totam, mendesak Dinas Pendidikan Labuhanbatu Utara melakukan audit menyeluruh.
“Jangan hanya membantah. Periksa Dapodik, rombel, absensi, SK guru, tunjangan, serta seluruh bukti keuangan. Kalau semuanya benar, buka kepada publik. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegas Totam.
Kini publik menunggu langkah Dinas Pendidikan dan instansi pengawas untuk memastikan apakah perbedaan data tersebut sekadar persoalan administrasi atau terdapat dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan negara dan juga mengarah kepada perbuatan pidana.









