Hukum  
banner 120x600

Dibiarkan Berhari-Hari di TPH, Tbs Milik PTPN IV Unit Panai Jaya Membrondol dan Mulai Membusuk

Katapublik Labuhanbatu, Tandan Buah Sawit (TBS) Segar milik PTPN IV Regional ll Unit Panai Jaya yang terletak di Sei Rakyat, Kecamatan Panai tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera utara terancam membusuk di lapangan. Tampak juga, TBS yang terkumpul mulai rontok menjadi brondolan hingga berserak di tempat pengumpulan hasil (TPH) tepatnya di Afdeling l. Minggu, (07/06/2026).

Ditemukan di TPH, TBS yang menjadi brondolan, berserakan dan sebahagian mulai membusuk. Padahal brondolan produksi utama dalam pencapaian mutu CPO yang terbaik

Berdasarkan informasi dari salah satu pemanen afd l yang namanya tidak mau disebutkan. Bahwa diareal afdeling l banyak buah membrondol dan mulai membusuk di TPH karena sudah berhari-hari ditinggal pendor.

Mendengar informasi tersebut, awak media tinjau langsung ke lapangan, dan ternyata benar apa adanya seperti dijelaskan Sumber. Hal ini jelas tidak sesui aturan SOP perkebunan milik BUMN tersebut.

Atas hal tersebut, pihak pengelola angkutan PT. Oka maupun Management dinilai tidak mendukung impian Direktur Utama (Dirut) PTPN IV, Jatmiko Krisna Santosa untuk mengantar perusahaan plat merah itu menjadi perusahaan Initial Publik Offering (IPO).

Direktur Utama PTPN IV menginginkan para pimpinan perusahaan betul-betul kerja mengurusi, dan mengelola hingga menghasilkan produksi Tandan Buah Sawit (TBS) segar yang maksimal dan berkualitas.

Patut dinilai pihak yang berkaitan yang dimanahkan diduga melalukan pembiaran dan tidak komitmen dalam menjaga hasil produktivitas TBS di afdeling l, alias tidak becus kerja, tidak profesional mengatasi masalah buah di lapangan hingga membrondol berserakan dan mulai membusuk. Ini jelas sudah merugikan PTPN IV.

Sementara atas dibiarkan nya kurang lebih 50 ton tbs berhari hari di tph Afdeling l, belum diketahui berapa kerugian BUMN yang ditimbulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *