Daerah  

Aktivitas Masyarakat Terhenti, Jembatan Penghubung Antar Kelurahan Urung Kompas dan Danau Balai Lumpuh Total

banner 120x600

Katapublik Labuhanbatu, Jembatan utama di Jalan Suka Dame, Kelurahan Urung Kompas, Kabupaten Labuhanbatu yang selama ini menjadi akses vital masyarakat, dilaporkan lumpuh total dan tidak dapat lagi dilintasi sejak sampai saat ini.

Infrastruktur tersebut berfungsi sebagai jalur penghubung antara Kelurahan Urung Kompas dan Kelurahan Danau Balai C di wilayah Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu. Putusnya jembatan tersebut langsung berdampak pada kelancaran mobilitas warga, termasuk para petani yang menggantungkan akses ini untuk menuju kebun dan ladang.

Saat awak media Katapublik melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (27/2), kondisi jembatan terlihat memprihatinkan. Struktur penahan jembatan di bagian bawah tampak habis terkikis aliran air sungai.

Sementara lantai jembatan tampak miring dan tidak bisa lagi dilalui kendaraan maupun pejalan kaki, Untuk sementara waktu, akses benar-benar ditutup karena risiko longsor susulan dikhawatirkan masih tinggi.

Seorang warga setempat bernama Opung Karo, mengaku sangat terdampak oleh situasi ini. Ia menuturkan, bahwa beberapa hari terakhir dirinya tidak dapat bekerja di ladang karena akses satu-satunya menuju lokasi kebun terputus.

“Sampai sekarang saya belum bisa ke ladang atau ke kebun. Biasanya lewat sini paling cepat, Sekarang putus total dan tidak bisa dilewati sama sekali,” ujar Opung Karo dengan nada kecewa.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kerusakan jembatan ini diduga dipicu oleh pekerjaan pembekoan dan pelebaran aliran sungai di bagian hulu sebelum jembatan. Meski aliran sungai telah diperlebar pada sisi hulu, lebar ruang aliran air di bawah jembatan tidak ikut diseimbangkan.

Akibatnya, saat debit air meningkat dan terjadi banjir, arus deras tidak mampu tertampung sehingga langsung menghantam tiang penyangga jembatan, Penahan (cor-coran) jembatan pun terkikis hingga runtuh.

Warga berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan cepat, mengingat jembatan ini bukan hanya menjadi jalur masyarakat umum, tetapi juga jalur distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Selain itu, jalur alternatif yang tersedia dinilai terlalu jauh dan tidak efisien, sehingga semakin memperberat kondisi masyarakat.

Instansi yang Diharapkan Turun Tangan
Sejumlah pihak terkait dinilai perlu segera melakukan penilaian kerusakan dan mengambil langkah penanganan darurat, di antaranya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Labuhanbatu untuk peninjauan struktur jembatan dan rencana rehabilitasi permanen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu — untuk mitigasi risiko dan pemasangan tanda bahaya, Camat Rantau Selatan untuk koordinasi teknis dengan kelurahan dan pemerintah kabupaten.

Masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan, mengingat jembatan ini merupakan nadi pergerakan warga dan perekonomian lokal. Jika dibiarkan terlalu lama, kerugian sosial dan ekonomi dikhawatirkan akan semakin besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *