Daerah  

Lapas Rantauprapat Bagikan 50 Paket Sembako ke Keluarga WBP, Beras Hasil Program Hanpang

banner 120x600

Katapublik Labuhanbatu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang kurang mampu, Jumat (13/3/2026).

Sebanyak 50 paket bantuan disalurkan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar, bersama jajaran pejabat struktural Lapas Rantauprapat.

Menariknya, salah satu komoditas utama dalam paket bantuan tersebut adalah beras hasil panen dari program ketahanan pangan yang dikelola oleh Lapas Rantauprapat.

Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.
Setiap paket sembako berisi beras hasil panen program ketahanan pangan Lapas, telur, gula pasir, minyak goreng, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Kalapas Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian serta sarana mempererat silaturahmi antara pihak Lapas dengan keluarga warga binaan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa proses pembinaan di dalam Lapas memiliki dampak positif. Beras yang Bapak dan Ibu terima hari ini merupakan hasil kerja keras saudara-saudara kita di dalam Lapas yang mengikuti program ketahanan pangan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga di rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ketahanan pangan yang dijalankan di Lapas tidak hanya bertujuan meningkatkan kemandirian warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan pembagian sembako berlangsung dalam suasana hangat dan penuh haru. Para penerima bantuan tampak antusias serta menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak Lapas Rantauprapat yang masih memberikan perhatian kepada keluarga warga binaan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Rantauprapat berharap dapat terus memperkuat nilai kemanusiaan dalam proses pembinaan, sekaligus menunjukkan bahwa warga binaan juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *