Kapolres Labusel Terima Penghargaan Penegak Hukum Peduli Anak Ajang Anugerah KPAI 2025

banner 120x600

Katapublik Jakarta, Suasana haru dan bangga menyelimuti Studio TVRI. Tepuk tangan panjang Bergema, ketika nama Kapolres Labuhanbatu Selatan, (Labusel), AKBP Aditya S.P. Sembiring Muham, S.I.K., diumumkan sebagai penerima Penghargaan Penegak Hukum Peduli Anak pada ajang Anugerah KPAI 2025. Rabu, (10/12/2025) di Jalan Gerbang Pemuda No. 8, Senayan, Jakarta Pusat.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan bentuk apresiasi bagi para tokoh yang menempatkan kepedulian terhadap anak sebagai prioritas utama. Di tengah tekanan penegakan hukum.

AKBP Aditya dikenal mampu menghadirkan pendekatan humanis, empati, serta komitmen kuat dalam menangani berbagai kasus yang melibatkan anak di wilayah hukum Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Ia dipandang sebagai pemimpin yang tegas namun berhati lembut, terutama dalam urusan masa depan generasi muda. Bersama Ketua KPAD Labuhanbatu Selatan, Ilham Daulay, S.H.I., yang juga menerima penghargaan pada kategori KPAD, keduanya dinilai berhasil menjalankan program-program preventif, edukatif, dan responsif yang nyata dirasakan masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri tokoh-tokoh penting bangsa, antara lain Menteri PPA Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Wamenkumham Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., serta para pelaku usaha dan Komisioner KPAI. Kehadiran mereka menambah kesakralan malam penghargaan yang sarat makna tersebut.

Dalam sambutannya, AKBP Aditya menyampaikan rasa syukur sekaligus haru atas amanah besar ini.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh anggota Polres Labuhanbatu Selatan yang bekerja dengan sepenuh hati. Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan, keadilan, dan kesempatan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat.” ungkapnya.

Ia menegaskan, bahwa melindungi anak bukan sekadar kewajiban kedinasan, tetapi panggilan moral yang harus dijaga oleh siapa pun yang mencintai masa depan bangsa.

“Anak-anak adalah masa depan Indonesia. Saat mereka terlindungi, berarti kita tengah membangun bangsa menjadi lebih baik.”

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa langkah-langkah humanis dalam dunia kepolisian mampu melahirkan perubahan besar. Prestasi AKBP Aditya bukan hanya menjadi kebanggaan Polres Labuhanbatu Selatan, tetapi juga inspirasi bagi institusi penegak hukum lainnya untuk semakin mengedepankan perlindungan terhadap anak.

Sementara itu, Ilham Daulay melalui KPAD Labusel terus menjadi jembatan harapan bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan. Ia hadir memulihkan luka, mendampingi keluarga, serta memastikan bahwa setiap proses penanganan memberi ruang bagi pemulihan, bukan sekadar penyelesaian administratif.

Ketika nama keduanya diumumkan, suasana sempat hening sejenak. Tepuk tangan yang kemudian bergema bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga doa untuk keberlanjutan perjuangan melindungi generasi muda.

Di atas panggung itu, AKBP Aditya dan Ilham Daulay berdiri mewakili seluruh masyarakat Labusel: para guru, orang tua, relawan, petugas lapangan, dan semua hati baik yang percaya bahwa keselamatan anak adalah fondasi peradaban.

Penghargaan dari KPAI ini menjadi pengingat bahwa masih banyak anak yang menunggu uluran tangan, masih banyak suara kecil yang membutuhkan pembelaan, dan masih banyak masa depan yang harus dijaga bersama.

Momen tersebut menjadi saksi atas dedikasi dan ketulusannya dalam melindungi hak-hak anak di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *