Daerah  

Kades Sei Tawar Gerak Cepat Tutup Benteng Air Asin Jebol Demi Lindungi Lahan Warga

banner 120x600

Katapublik Labuhanbatu, Langkah cepat Kepala Desa Sei Tawar, Parjolo, bersama masyarakat menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta keberlangsungan sosial ekonomi warga pesisir.

Benteng atau tanggul air asin yang terletak di Dusun III Situkang, Desa Sei Tawar, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, selama ini berfungsi menahan masuknya air laut ke area perkebunan dan lahan pertanian warga.

Namun beberapa hari terakhir, akibat tekanan air laut yang meningkat dan kondisi tanggul yang sudah lama tidak diperbaiki, benteng tersebut jebol dan menyebabkan air asin masuk ke parit warga. Dampaknya, sejumlah lahan pertanian dan perkebunan masyarakat mulai terendam dan terancam rusak.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Desa Sei Tawar, Parjolo, bergerak cepat menurunkan alat berat (beko) secara swadaya bersama masyarakat. Langkah darurat ini dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah serta menahan agar air asin tidak terus mengalir ke lahan pertanian dan permukiman warga.

“Kami tidak bisa menunggu terlalu lama. Kalau air asin terus masuk, lahan pertanian warga bisa rusak total. Karena itu, Pemerintah Desa bersama masyarakat bergotong royong menutup sementara benteng yang jebol,” ujar Parjolo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/10/2025).

Parjolo menegaskan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Aksi ini bentuk tanggung jawab bersama. Jika dibiarkan, air asin bisa merusak tanaman warga. Karena itu, kami sepakat menutup benteng ini secara swadaya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Parjolo mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan menyurati Dinas Pengairan Tingkat I (yang kini menjadi Dinas Bina Marga dan Konstruksi Provinsi Sumatera Utara) untuk segera melakukan perbaikan permanen.

“Kami akan kembali menyurati pihak provinsi agar segera menindaklanjuti persoalan ini. Benteng tersebut sudah lama tidak diperbaiki,” tambahnya.

Selain itu, Parjolo juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bersama instansi terkait turut berperan aktif dalam mengusulkan program rehabilitasi tanggul pesisir.

“Benteng air asin sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup masyarakat pesisir,” tutupnya.

Sementara itu, sejumlah warga Dusun III Situkang yang dihubungi wartawan melalui sambungan video call WhatsApp menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan gerak cepat Kepala Desa Sei Tawar.

“Kami berterima kasih kepada Kepala Desa dan jajarannya yang cepat tanggap terhadap keluhan warga. Pemerintah Desa turun langsung membantu memperbaiki benteng air asin sampai selesai,” ujar salah satu warga.

Warga juga berharap agar permasalahan tersebut mendapat perhatian serius dari Pemkab Labuhanbatu dan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara, dengan langkah konkret serta program jangka panjang dalam memperkuat sistem perlindungan wilayah pesisir dari ancaman air laut yang semakin tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *