Katapublik Sumut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) resmi menutup kegiatan Konsolidasi dan Latihan Pimpinan Cabang (LPC) GMNI se-Sumatera Utara yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 di Aula Teratai, BPSDM Provinsi Sumatera Utara.
Mengusung tema “Sinergi Pimpinan Cabang untuk Perjuangan Rakyat Sumatera Utara”, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah gerak organisasi sekaligus merumuskan langkah perjuangan GMNI di tingkat daerah.
Pada penutupan kegiatan, Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Michael Situmeang, menyerahkan Draft Rekomendasi hasil Konsolidasi Daerah DPD GMNI Sumut kepada Wakil Ketua Umum DPP GMNI periode 2025–2028, Ari Rawa Tamba, serta Ketua DPP GMNI, Fairus Azwir Nasution.
Dokumen tersebut memuat sejumlah poin krusial yang akan menjadi fokus perjuangan GMNI Sumatera Utara dalam dua tahun ke depan.
Adapun poin-poin utama dalam draf rekomendasi tersebut meliputi:
Ketahanan dan Kedaulatan Desa
Mendorong program pemberdayaan masyarakat marhaen guna memperkuat ketahanan nasional berbasis desa.
Pemberantasan Narkoba
Menegaskan komitmen GMNI Sumut untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkotika yang mengancam generasi muda di daerah.
Reposisi Perjuangan
Menyelaraskan arah gerak organisasi di daerah dengan semangat revitalisasi nasional yang diusung DPP GMNI, guna kembali pada khitah perjuangan marhaenisme.
Dukungan terhadap Program Strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
GMNI Sumut menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam rangka percepatan kesejahteraan sosial masyarakat.
Dalam keterangannya, Michael Situmeang menegaskan bahwa rekomendasi tersebut bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan representasi dari kegelisahan rakyat Sumatera Utara.
“Kami ingin memastikan bahwa isu-isu di Sumut, mulai dari konflik agraria hingga kesejahteraan petani, menjadi agenda prioritas nasional di tingkat DPP,” ujarnya.
Lebih lanjut, DPD GMNI Sumatera Utara juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DPP GMNI pasca-Konsolidasi Daerah GMNI Sumut. Menurut Michael, Sumatera Utara memiliki nilai historis tersendiri karena pernah menjadi tempat pijakan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Tanah Karo dan Tapanuli Selatan, yang menjadi bagian dari jejak ideologis perjuangan nasional.
Kegiatan Konsolidasi Daerah GMNI Sumatera Utara tersebut dihadiri oleh perwakilan DPC GMNI dari berbagai kabupaten/kota, yakni DPC GMNI Labuhanbatu, Dairi, Tapanuli Utara, Medan, Labuhanbatu Selatan, Langkat, Binjai, Mandailing Natal, Asahan, dan Deli Serdang.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, GMNI Sumatera Utara diharapkan semakin solid dan terarah dalam mengawal perjuangan rakyat serta memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Sumatera Utara.









