Labuhanbatu Selatan—Suasana hangat,teduh,dan penuh keakraban menyelimuti halaman Masjid Amelia Simaninggir,Sabtu (22/11/2025),saat Polres Labuhanbatu Selatan menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas.Program ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan aparat kepolisian terkait beragam isu keamanan yang berkembang.Tidak sekadar berbagi informasi,kegiatan ini menjadi jembatan yang memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakapolres Labuhanbatu Selatan Kompol Ransen Samosir,SH,MH,yang hadir mewakili Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P.Sembiring Muham,S.I.K.,serta Kapolsek Kota Pinang Kompol RGM Hutagalung.Kehadiran para pejabat kepolisian di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen Polres Labusel dalam membangun kemitraan yang harmonis demi menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
Penegakan Hukum Diperkuat: Fokus pada Kekerasan Seksual dan Pencurian Sawit.Dalam penyampaiannya,Kompol Ransen menegaskan bahwa Polres Labuhanbatu Selatan saat ini tengah memperkuat penanganan sejumlah kasus menonjol,terutama kekerasan seksual dan pencurian kelapa sawit serta berondolan.Dua kasus ini disebut terus meningkat dan menjadi sorotan publik dalam beberapa bulan terakhir.
“Kami terus memperkuat penegakan hukum terhadap kasus kekerasan seksual,pencurian sawit,serta narkoba.Penanganan kasus dilakukan sesuai Perma 04 dan pasal-pasal dalam KUHP.Ke depannya kami berharap kebijakan dan regulasi baru dapat lebih memudahkan aparat dalam menjalankan fungsi penegakan hukum di lapangan,”ujar Kompol Ransen dalam dialog tersebut.
Kompol RGM Hutagalung selaku Kapolsek Kota Pinang juga menegaskan bahwa pihak Polsek dan Polres terus berkoordinasi dalam mempercepat penanganan kasus-kasus yang meresahkan masyarakat.Menurutnya, pengamanan tidak cukup dilakukan denganpatroli atau penindakan,tetapi juga harus melalui edukasi dan dialog terbuka seperti Ngopi Kamtibmas.
Salah satu tokoh masyarakat yang turut memberikan pandangan adalah Ilham Siregar. Ia menyoroti maraknya penyalahgunaan narkoba yang diyakini menjadi pemicu meningkatnya tindakan kriminal,termasuk pencurian kelapa sawit di kebun-kebun warga.
“Kami yang punya kebun kecil sering bertemu pencuri di lapangan.Sekarang pergi ke ladang pun tak berani lagi dengan tangan kosong—kami bawa parang panjang untuk berjaga diri supaya tidak mati konyol,”ungkap Ilham dengan nada penuh kecemasan.
Ia menjelaskan,aksi pencurian yang sebelumnya hanya sebatas pengutipan berondolan kini dikhawatirkan berkembang menjadi pencurian buah di atas pohon.Kondisi ini,bila terus berlanjut,akan menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani kecil sekaligus memperbesar potensi konflik di lapangan.
Selain pencurian sawit,masyarakat juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual,terutama terhadap anak di bawah umur.Ilham menyampaikan bahwa banyak keluarga belum memahami pentingnya batasan interaksi antarsaudara maupun antaranggota keluarga lainnya.Minimnya edukasi tentang perlindungan anak menjadi celah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan.
“Harus ada sosialisasi dari polisi dan instansi terkait kepada masyarakat.Banyak hal yang dianggap sepele oleh orang tua,tetapi sebenarnya bisa menjadi awal munculnya kasus kekerasan seksual di dalam lingkungan keluarga,”ujarnya.
Ia turut menyoroti faktor lingkungan sekolah. Ilham meminta agar fasilitas seperti WCdan kantin tidak lagi ditempatkan di bagian belakang karena berpotensi memicu tindakan yang melanggar norma ketika tidak terpantau guru.
Menanggapi hal tersebut,Kompol Ransen menegaskan bahwa Polres Labuhanbatu Selatan siap bekerja sama dengan pihak sekolah serta masyarakat untuk memperkuat kontrol,pengawasan,dan edukasi.
“Kami membutuhkan perhatian bersama.Lingkungan sekolah menjadi tempat yang paling sering digunakan anak-anak beraktivitas. Kami berharap masyarakat membantu kami menindaklanjuti kasus-kasus kekerasan seksual demi masa depan anak-anak kita. Laporkan segera melalui Presenter 110 jika mengetahui ada pelanggaran,”tegasnya.
Ngopi Kamtibmas bukan sekadar program seremonial.Forum ini menjadi ruang aspirasi di mana masyarakat dapat menyampaikan keluhan,saran,maupun kritik secara langsung. Selain itu,hadirnya pimpinan kepolisian seperti Wakapolres dan Kapolsek Kota Pinang menambah kesan bahwa Polres Labusel benar-benar ingin mendengar dan memahami kebutuhan masyarakat.
Masyarakat yang hadir tampak antusias berdialog,menunjukkan bahwa komunikasi dua arah merupakan kunci utama menciptakan hubungan yang harmonis antara polisi dan warga.Dari persoalan kriminalitas hingga isu sosial,semua dibahas secara terbuka dengan tujuan menciptakan situasi keamanan yang lebih baik.
Polres Labuhanbatu Selatan berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin di berbagai kecamatan.Kolaborasi antara polisi dan masyarakat dinilai sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kamtibmas yang aman,damai,dan kondusif.
Kegiatan Ngopi Kamtibmas di Simaninggir ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat,tetapi juga hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Dengan dialog yang mendalam,terbuka,dan penuh penghargaan,kegiatan ini menjadi tonggak penting menuju Labuhanbatu Selatan yang lebih aman dan bersatu.





