Hukum  

Warga Pertanyakan APH Terkait Maraknya Penjualan Bio Solar Subsidi di Jalur Kandis Riau

banner 120x600

Katapublik Siak Riau, Maraknya penjualan bahan bakar minyak (BBM Subsidi) jenis Bio Solar menggunakan jerigen berukuran besar di sepanjang Jalan Lintas Sumatera ruas Kandis menuju Pekanbaru menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jalan.

Sejumlah warga yang melintas mengaku kerap melihat jerigen berisi Bio Solar dipajang secara terbuka di pinggir jalan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Awak media yang melakukan pemantauan di lapangan juga menemukan aktivitas penjualan Bio Solar dalam kemasan jerigen dibeberapa titik sepanjang jalur tersebut. Masyarakat pun berharap adanya penjelasan dan langkah tegas dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.

“Kalau memang ini melanggar aturan, kenapa masih terlihat bebas diperjualbelikan di pinggir jalan? Kami berharap ada pengawasan yang lebih ketat,” ujar salah seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya.

Peredaran dan penyalahgunaan BBM subsidi ini kiranya menjadi perhatian aparat penegak hukum di Provinsi Riau. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kasus penyalahgunaan Bio Solar subsidi telah berhasil diungkap oleh jajaran kepolisian di berbagai daerah, termasuk wilayah Siak dan sekitarnya.

Masyarakat berharap pihak berwenang, termasuk jajaran kepolisian dan instansi pengawas migas, dapat melakukan pengecekan langsung terhadap aktivitas penjualan Bio Solar yang terlihat di sepanjang jalur Kandis Pekanbaru guna memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap aturan distribusi BBM subsidi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas penjualan Bio Solar yang menjadi sorotan masyarakat tersebut. Oleh karena itu, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak berwenang untuk mendapatkan informasi yang berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *